RITUAL PAGAR DESO: Menelusuri Jejak Dzikir Keliling Malam Asyuro di Medokan Ayu
- Posting Oleh dicky
- Rabu, 24 Juni 2026 15:06
SURABAYA BM — Di tengah deru modernisasi Kota Surabaya, masyarakat Medokan Ayu, khususnya warga RW 02, memilih untuk merawat tradisi spiritual penolak bala. Pada Rabu malam, 24 Juni 2026, sebuah ritual keagamaan kolosal bertajuk "Dzikir Keliling Malam Asyuro Pagar Deso Medokan Ayu RW 02" digelar. Acara ini bukan sekadar ibadah biasa, melainkan manifestasi dari akulturasi budaya Islam dan kearifan lokal yang telah mengakar kuat dalam memori kolektif masyarakat Jawa.
Secara historis, tradisi Pagar Deso (memagari desa) lewat lantunan doa merupakan warisan para pendahulu untuk menjaga keselamatan kampung dari marabahaya secara spiritual. Pada malam Asyuro kali ini, narasi sejarah itu dihidupkan kembali. Ratusan warga berkumpul di bawah naungan atap Pelataran Masjid Imaduddin RW 02 sejak pukul 19.00 WIB, menjadi saksi bagaimana nilai-nilai guyub rukun dirawat melintasi zaman.
Gema zikir yang mengalun membelah keheningan malam dipimpin langsung oleh para Kyai dan Sesepuh Kampung Medokan Ayu. Kehadiran para tokoh adat dan agama ini mempertegas kontinuitas sejarah, di mana peran sepuh selalu menjadi kompas moral dan spiritual bagi generasi muda di wilayah tersebut. Mereka berjalan melantunkan ayat-ayat suci, mengikat kembali tali ukhuwah dan memperkuat kebersamaan warga yang kian tergerus zaman urban.
Ritual suci ini bergerak dengan landasan spiritual yang profetik, bersandarkan pada pesan abadi Al-Qur'an Surat Ar-Ra'd ayat 28: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." Di bawah tema besar "Guyub Rukun, Bersatu dalam Dzikir dan Doa".
Menurut Gus Achmad Shodiq, Ketua Palenggahan Tombo Oerip,
Panitia dan Warga RW 02 Medokan Ayu sukses merekam kembali sebuah fragmen sejarah penting,
“ Benteng terkuat sebuah masyarakat bukan terletak pada dinding betonnya, melainkan pada keteguhan iman dan eratnya kerukunan warganya,” katanya.
Menurutnya, kegiatan syiar Islam ini diadakan dengan tujuan untuk mempererat tali ukhuwah islamiyah antarwarga, " Di samping itu juga untuk memperkuat kebersamaan, serta memohon keberkahan dan keselamatan kepada Allah SWT melalui lantunan dzikir bersama," pungkasnya.(diq/dea)
Tag
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1625)
- Keadilan (701)
- Hukrim (1959)
- Plesir (26)
- Peristiwa (469)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2043)
- Internasional (560)
- Sports (1998)
- Ekonomi (1486)
- Jawa Timur (16449)
- Weekend (23)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (61)
- Lifestyle (290)
- Catatan Metro (206)
- Opini (174)
- Fokus (464)
- Highlight (1)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2759)
- Kriminal (120)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (11)
- Giat Prajurit (16)
- Wisata (34)
- Global (10)
- Pendidikan (209)
- Hukum (24)
