Mode Gelap
Image
Kamis, 13 Agustus 2026
Logo

SOAL DUGAUAN PENGURUKAN ILEGAL GEBANG, STAF PU BMSDA SIDOARJO EMOSI DAN USIR WARTAWAN

SOAL DUGAUAN PENGURUKAN ILEGAL GEBANG, STAF PU BMSDA SIDOARJO EMOSI DAN USIR WARTAWAN
Polemik Pengurukan Gebang Sidoarjo / Sikap Oknum Staf PU BMSDA Sidoarjo / Transparansi Pelayanan Publik Sidoarjo

SIDOARJO beritametro.id – Upaya konfirmasi wartawan terkait dugaan pembiaran dan "permainan" izin pengurukan lahan di Kelurahan Gebang justru berujung tindakan tidak menyenangkan dari oknum pegawai Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Kabupaten Sidoarjo.

Saat wartawan mendatangi kantor Dinas PU BMSDA Sidoarjo untuk meminta kejelasan terkait keterlambatan penindakan proyek milik PT Graha Citra Sentosa, seorang staf bernama Supri menunjukkan sikap emosional dan tidak kooperatif.

Bukannya memberikan penjelasan secara profesional, Supri justru menolak berkomentar dan melakukan pengusiran terhadap wartawan dari ruang kerjanya dengan nada tinggi.

"Saya tidak takut diberitakan! Kalau mau konfirmasi, bersurat resmi," bentak Supri dengan nada emosi di hadapan wartawan.

Dalam luapan emosinya, Supri membantah mengenal pengembang proyek, Darminto, maupun menerima aliran dana terkait pengurukan lahan tersebut. 

Namun, sikapnya melenceng jauh dari standar etika pelayanan publik ketika ia mulai melontarkan kata-kata kasar terhadap narasumber warga lokal yang berprofesi sebagai wartawan di daerah terdampak.

Supri menyebut sumber informasi berita sebelumnya sebagai pihak yang "tidak tahu diri". Tak hanya itu, ia juga membawa-bawa nama Kepala Dinas PU BMSDA Sidoarjo, Makhmud, S.H., M.M., dengan nada emosi yang sama sembari menuding wartawan serta warga terdampak sebagai "penyusup" dalam acara mediasi sebelumnya.

"Sumbermu itu tidak tahu diri! Suruh ketemu saya langsung kalau berani," tantang Supri dengan nada membentak.

Sikap arogan dan tindakan pengusiran yang ditunjukkan oknum staf di bawah naungan Kepala Dinas Makhmud dan Kabid Jalan dan jembatan Djoko Yasmintoro ini dinilai sangat mencederai citra pelayanan publik Pemkab Sidoarjo. Bukannya memberikan keterbukaan informasi, oknum instansi pemerintah ini justru mempertontonkan resistensi dan sikap anti-kritik terhadap fungsi kontrol sosial masyarakat maupun media. (BM/Red/Dea)

 

Komentar / Jawab Dari