Mode Gelap
Image
Kamis, 01 Oktober 2026
Logo
Wamenkes : Kota Mojokerto Terapkan Strategi Eliminasi TB yang Tepat
Kunjungan : Wamenkes dan Wamendagri saat berkunjung ke Kota Mojokerto 

Wamenkes : Kota Mojokerto Terapkan Strategi Eliminasi TB yang Tepat

Mojokerto(BM)--Guna mempercepat upaya eliminasi Tuberkulosis (TB) di Kota Mojokerto, kesiapan sumber daya manusia dan fasilitas layanan kesehatan menjadi modal penting. Adanya dukungan enam rumah sakit, enam puskesmas serta 10 puskesmas pembantu (pustu), Kota Mojokerto dinilai memiliki potensi menjadi salah satu daerah percontohan dalam penanganan dan pemberantasan TB di Indonesia.

Ini disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Oktavianus saat meninjau pelaksanaan skrining TB terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Mojokerto, Selasa (29/9). Peninjauan juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus yang didampingi Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan Wawali, Rachman Sidharta Arisandi. 

Wamenkes meninjau langsung skrining TB di Kelurahan Surodinawan dan RSUD dr. Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto dan mengapresiasi pelaksanaan skrining TB di Kota Mojokerto yang dinilai telah menyasar kelompok yang tepat, khususnya kontak erat pasien TB dan masyarakat yang memiliki risiko sakit.

“Kami datang ke Kota Mojokerto bersama Ibu Wali Kota melihat program bagaimana dilakukan skrining TB. Tadi saya lihat caranya sudah benar, bahwa kontak erat yang disasar dan orang yang berisiko sakit yang disasar. Itulah strategi kita menurunkan kasus TB di Indonesia,” kata Benjamin.

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis dalam penanganan TB karena selama ini turut memberikan layanan pengobatan bagi pasien yang berasal dari luar wilayah kota. Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan kapasitas layanan kesehatan Kota Mojokerto dalam menangani kasus TB. Pihaknya melihat peluang Kota Mojokerto untuk menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam upaya pemberantasan TB.(ina)

Komentar / Jawab Dari