Mode Gelap
Image
Rabu, 05 Agustus 2026
Logo

SAAT DALAM NEGERI SULIT CARI KERJA, JEPANG JUSTRU BUTUH BANYAK PEKERJA INDONESIA, MUHAIMIN SIAPKAN SDM BERKUALITAS

SAAT DALAM NEGERI SULIT CARI KERJA, JEPANG JUSTRU BUTUH BANYAK PEKERJA INDONESIA, MUHAIMIN SIAPKAN SDM BERKUALITAS
Jepang Butuh Pekerja Indonesia, Menko Muhaimin Siapkan SDM Berkualitas

CIANJUR beritametro.id – Di tengah tantangan sulitnya lapangan kerja di dalam negeri, Jepang justru membuka peluang besar bagi tenaga kerja asal Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas guna memenuhi kebutuhan pasar kerja strategis di Negeri Sakura tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Muhaimin saat memberikan pembekalan dan melepas 337 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa (4/8/2026).

Jaminan Kualitas dan Komitmen Antar-Pemerintah

Usai melakukan kunjungan kerja ke Jepang, Muhaimin mengungkapkan bahwa dirinya telah menyepakati komitmen bersama dengan pemerintah Jepang terkait penempatan tenaga kerja secara ketat dan profesional. Pemerintah Indonesia memastikan hanya calon PMI yang disiplin, memiliki kompetensi mumpuni, serta kesiapan mental kerja tinggi yang akan diberangkatkan.

"Saya bersepakat dengan Menteri Hukum di sana untuk membangun komitmen kerja sama yang sungguh-sungguh. Saya sampaikan kepada beliau, pemerintah akan campur tangan. Pemerintah sungguh-sungguh dan pemerintah Indonesia tidak main-main memberi jaminan kepada para pekerja yang berangkat," ujar Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.

Muhaimin menambahkan bahwa hubungan ketenagakerjaan ini merupakan bentuk saling membutuhkan yang saling menguntungkan.

"Jepang membutuhkan tenaga kerja, sedangkan Indonesia memiliki tenaga kerja yang kita sudah siapkan dengan sebaik-baiknya. Kita saling membutuhkan, kuncinya di situ," imbuhnya.

Rekam Jejak Positif PMI dan Program SMK Go Global

Menko Muhaimin turut mengapresiasi reputasi PMI di Jepang yang dinilai amat baik, disiplin, mudah beradaptasi, serta memiliki niat tulus untuk menyejahterakan keluarga di tanah air.

"Hampir seratus persen pekerja kita yang ada di Jepang tidak ada satu pun yang bukan orang baik. Semuanya baik-baik. Hatinya baik, pikirannya baik. Ketika saya tanya niatnya untuk apa bekerja jauh-jauh? Untuk keluarganya," tuturnya.

Pelepasan 337 calon PMI tujuan Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan ini merupakan hasil pelatihan komprehensif di 12 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) serta Balai Latihan Kerja (BLK). Langkah terpadu melalui program SMK Go Global ini diharapkan mampu memperluas jangkauan kerja internasional sekaligus menekan angka pengangguran di Indonesia.(BM/Red/Dea)

Komentar / Jawab Dari