Mode Gelap
Image
Jumat, 07 Agustus 2026
Logo

PARLEMEN JALANAN DAN RUANG DIALOG: REFLEKSI ARIF FATHONI ATAS SOSOK KUSNAN, AKTIVIS '90-AN

PARLEMEN JALANAN DAN RUANG DIALOG: REFLEKSI ARIF FATHONI ATAS SOSOK KUSNAN, AKTIVIS '90-AN
Refleksi Arif Fathoni Soal Kusnan Aktivis 90-an: Beda Pandangan, Sama Jaga NKRI

SURABAYA beritametro.id – Konsistensi menjaga nalar kritis di jalur perjuangan bukanlah hal yang mudah. Nilai itulah yang tergambar dari sosok Kusnan, aktivis angkatan 90-an yang hingga kini dinilai konsisten setia menyuarakan aspirasi masyarakat melalui garis parlemen jalanan.

Apresiasi dan refleksi mendalam atas rekam jejak Kusnan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, S.H.

Perbedaan Pandangan sebagai Hakikat Perkawanan

Di tengah dinamika politik dan sosial modern, Arif Fathoni mengaku kerap meluangkan waktu untuk berdiskusi serta ngangsu kaweruh (menimba ilmu) bersama Kusnan guna mengandang membaca situasi kekinian bangsa dari sudut pandang seorang aktivis senior.

Menurut Fathoni, ruang dialog bersama Kusnan kerap memicu proses dialektika pemikiran yang sehat. Adakalanya terjadi keselarasan pandangan, namun tak jarang pula terdapat perbedaan sudut pandang rasional di antara keduanya.

"Kadang beberapa hal batin saya setuju, kadang di lain hal akal saya tidak setuju atas pendapatnya. Itulah hakikat perkawanan, tidak mesti punya pandangan yang sama namun harus memiliki tujuan yang sama, yakni bagaimana komitmen menjaga NKRI tetap berdiri tegak hingga kiamat tiba," ungkap Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, S.H.

Menjaga Komitmen Kebangsaan lewat Senyuman

Bagi Fathoni, dinamika perbedaan pendapat antara pemangku kebijakan di parlemen gedung dan aktivis parlemen jalanan justru menjadi modal penting dalam merawat demokrasi serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mengakhiri refleksinya, Politisi Golkar Surabaya ini menyisipkan pesan positif dan ajakan moral bagi masyarakat dalam mengawali rutinitas harian.

"Selamat menjalankan aktivitas, awali dengan senyuman karena itu sedekah paling sederhana buat lingkungan sekitar," pungkas Arif Fathoni.(BM/Red/Dea)

Komentar / Jawab Dari