Mode Gelap
Image
Rabu, 09 September 2026
Logo

PT Jaya Etika Teknik Komitmen Jaga Mutu Infrastruktur Nasional, Sukses Garap Proyek Strategis Senilai Puluhan Miliar

PT Jaya Etika Teknik Komitmen Jaga Mutu Infrastruktur Nasional, Sukses Garap Proyek Strategis Senilai Puluhan Miliar
PT Jaya Etika Teknik Komitmen Jaga Mutu Infrastruktur Nasional, Sukses Garap Proyek Strategis Senilai Puluhan Miliar

SURABAYA beritametro.id – Di tengah dinamisnya tantangan industri konstruksi nasional, PT Jaya Etika Teknik terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu kontraktor andalan. Perusahaan yang berbasis di Surabaya ini berkomitmen menjaga integritas dan profesionalitas melalui portofolio berbagai proyek infrastruktur strategis berskala besar di berbagai daerah. Hingga pertengahan tahun 2026, PT Jaya Etika Teknik tercatat sukses memenangkan dan merampungkan berbagai tender krusial, termasuk Pembangunan Jalan Flexible Pavement Kolektor (JLLB) senilai Rp40,1 miliar dan Jalan Flexible Pavement Kolektor (JLDB) senilai Rp29,3 miliar di bawah naungan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, serta Pembangunan Gedung Rumah Sakit Sosodoro Djatikoesoemo Tahap 2 senilai Rp40,8 miliar.

Direktur PT Jaya Etika Teknik, Erwin Pratiktyo Gunawan, menegaskan bahwa setiap pencapaian tender dan pelaksanaan di lapangan merupakan buah dari kepatuhan ketat perusahaan terhadap regulasi teknis. "Kami memandang setiap penugasan proyek, baik jalan, gedung, maupun jaringan irigasi, sebagai tanggung jawab moral kepada masyarakat. Keterlibatan kami dalam proyek-proyek bernilai strategis membuktikan bahwa kompetensi teknis dan manajerial tim kami diakui secara legal dan profesional di tingkat pengadaan barang dan jasa," ujar Erwin Pratiktyo Gunawan dalam keterangan resminya.

Senada dengan hal tersebut, Manajer Kendali Mutu (Quality Control) PT Jaya Etika Teknik, Bambang Setiawan, menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan standardisasi berlapis dalam menyaring logistik material maupun operasional alat berat di area kerja. "Seluruh material yang masuk ke site, mulai dari beton komersial fc' 20 hingga komponen pracetak, wajib lolos uji laboratorium berkala. Jika ada yang tidak presisi atau di bawah ambang batas toleransi standar, manajemen langsung menerapkan sistem penolakan (reject) dan retur," jelas Bambang Setiawan. 

Komentar / Jawab Dari