DUGAAN SENGKETA LAHAN, SEKELOMPOK ORANG TUTUP GERBANG GEREJA HKBP MANYAR SURABAYA
- Posting Oleh dicky
- Kamis, 06 Agustus 2026 22:08
SURABAYA beritametro.id – Situasi di kawasan Manyar Kertoarjo, Kecamatan Gubeng mendadak tegang setelah adanya laporan gangguan ketertiban umum di Gereja HKBP Manyar, Kamis (6/8/2026) siang. Aksi penutupan gerbang gereja secara sepihak oleh sekelompok orang tak dikenal sempat memicu kekhawatiran warga dan jemaat setempat.
Berdasarkan data laporan darurat Command Center 112 Surabaya, insiden tersebut tercatat resmi pada pukul 10.58 WIB dengan nomor laporan D2608065840951781 untuk kategori Gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Kronologi Kejadian di Lokasi
Peristiwa terjadi di Jalan Manyar Kertoarjo IV No. 2, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Menurut keterangan pelapor, sebanyak lebih dari 10 orang pria berlogat Madura mendatangi area Gereja HKBP Manyar secara mendadak.
Massa yang datang mengklaim secara sepihak bahwa lahan tempat berdirinya rumah ibadah tersebut merupakan milik mereka. Untuk memutus akses masuk, kelompok tersebut bahkan telah menyiapkan sejumlah balok kayu yang digunakan untuk memblokir dan menutup gerbang utama gereja.
"Ada 10 orang lebih tiba-tiba datang ke Gereja untuk menutup gerbang, mengaku yang memiliki tanah tersebut. Sudah disiapkan balok kayu untuk menutup akses," bunyi rincian laporan darurat 112 Surabaya.
Respon Cepat Aparat Gabungan
Mendapati laporan tersebut, layanan kedaruratan Pemkot Surabaya langsung meneruskan informasi ke jajaran Kepolisian (Polsek Gubeng / Polrestabes Surabaya) serta Satpol PP Kota Surabaya untuk segera menerjunkan personel pengamanan ke lokasi.
Langkah cepat kepolisian dan petugas Satpol PP diperlukan guna memediasi kedua belah pihak, mengamankan objek vital rumah ibadah, serta mencegah terjadinya bentrokan atau tindakan main hakim sendiri di lapangan.
Pengamanan Lokasi dan Penelusuran Legalitas Lahan
Aparat gabungan kini telah berada di lokasi untuk menjaga kondusivitas area gereja serta memindahkan material kayu yang sempat menghalangi akses gerbang. Polisi juga tengah mendalami legalitas serta dokumen klaim kepemilikan tanah yang diajukan oleh kelompok massa tersebut.
Apakah aksi penutupan gerbang ini murni akibat sengketa perdata lahan, ataukah ada aktor intelektual yang sengaja memprovokasi isu di tengah masyarakat? Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi di lokasi. (BM/bon/Dea)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1627)
- Keadilan (703)
- Hukrim (1998)
- Plesir (29)
- Peristiwa (480)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2096)
- Internasional (562)
- Sports (2001)
- Ekonomi (1510)
- Jawa Timur (16530)
- Weekend (24)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (63)
- Lifestyle (299)
- Catatan Metro (206)
- Opini (175)
- Fokus (464)
- Highlight (2)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2783)
- Kriminal (122)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (13)
- Giat Prajurit (16)
- Wisata (35)
- Global (10)
- Pendidikan (212)
- Hukum (28)
