Mode Gelap
Image
Kamis, 02 Juli 2026
Logo

Hotel Majapahit Sulap Ampas Kopi Jadi Kain Fashion Ramah Lingkungan

Hotel Majapahit Sulap Ampas Kopi Jadi Kain Fashion Ramah Lingkungan
Peluncuran kain fashion ramah lingkungan berbahan pewarna alami dari ampas kopi hasil kolaborasi Hotel Majapahit Surabaya bersama UMKM lokal dkoe.

SURABAYA (BM) - Hotel Majapahit Surabaya menghadirkan inovasi ramah lingkungan dengan mengolah ampas kopi menjadi kain fashion berbahan pewarna alami. Limbah kopi yang sebelumnya terbuang kini disulap menjadi kain bernuansa cokelat keemasan melalui kolaborasi dengan UMKM lokal dkoe.

Ampas kopi yang digunakan berasal dari aktivitas harian hotel, mulai dari breakfast, banquet, hingga Lobby Lounge. Menariknya, setiap jenis kopi menghasilkan karakter warna berbeda pada kain. Untuk kopi breakfast misalnya, perpaduan 60 persen arabika dan 40 persen robusta menghasilkan warna gold kecokelatan yang khas.

Dini, owner dkoe mengatakan ide penggunaan ampas kopi muncul dari pemikirannya tentang keberlanjutan bahan baku pewarna alami. “Sepanjang ada orang ngopi, pasti ampasnya masih ada terus,” ujarnya saat jumpa pers di Hotel Majapahit Surabaya, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, penggunaan ampas kopi dipilih karena lebih berkelanjutan dibanding kayu atau dedaunan yang ketersediaannya terbatas. Selain itu, warna cokelat alami dari kopi kemudian menjadi identitas khas produk dkoe.

Menerut Dini, proses pembuatan kain dilakukan cukup panjang, mulai dari pembersihan kain, pembukaan pori-pori serat alam, hingga pewarnaan alami yang memakan waktu sekitar 10 hingga 14 hari. Seluruh kain yang digunakan berbahan 100 persen serat alam, termasuk Lyocell berbahan dasar kayu eukaliptus bersertifikasi legal.

Tak hanya mengedepankan pewarna alami, konsep sustainability juga diterapkan melalui pola zero waste. Sisa potongan kain diolah kembali menjadi produk lain sehingga limbah produksi dapat ditekan seminimal mungkin.

Kahar Salamun, General Manager Hotel Majapahit Surabaya, menambahkan kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya Hotel Majapahit dalam mengurangi limbah, sekaligus mendukung UMKM lokal melalui produk fashion berkelanjutan bernilai ekonomi tinggi.

Ia menilai kerja sama pengolahan ampas kopi bersama UMKM lokal menjadi langkah positif dalam mendukung sustainability di industri hospitality. Pasalnya, aktivitas hotel menghasilkan limbah ampas kopi dalam jumlah besar setiap hari, terutama dari breakfast dan kegiatan banquet. “Kalau limbah kopi itu bisa dimanfaatkan menjadi produk bernilai seperti ini, tentu sangat bagus,” ujarnya.

Kahar juga menyoroti pentingnya storytelling dalam menarik minat tamu hotel, khususnya wisatawan asing. Menurutnya, tamu tidak hanya membeli produk, tetapi juga tertarik pada cerita di balik proses pembuatannya. “MGallery itu memang berbasis storytelling. Jadi tamu tertarik ketika tahu prosesnya bagaimana, bahannya dari apa, dan siapa yang membuatnya,” katanya.

Ia menambahkan produk pewarna alami dari ampas kopi tersebut mendapat perhatian besar dari tamu asing, terutama wisatawan kapal pesiar yang rutin singgah ke Surabaya dan menjadikan Hotel Majapahit sebagai salah satu destinasi kunjungan utama.

Sementara itu, Essa Adeline, Marketing Communication Manager Hotel Majapahit Surabaya, menyebut kolaborasi ini bukan sekadar pengolahan limbah, tetapi juga bagian dari storytelling hotel kepada tamu, terutama wisatawan mancanegara. “Selain sustainability, tamu-tamu overseas itu curious terhadap cerita di balik produk yang mereka beli,” katanya. (arf/tit)

Komentar / Jawab Dari