Mode Gelap
Image
Senin, 10 Agustus 2026
Logo

MUI TEGAS SEBUT PRIA DANDAN CANTIK DI KARNAVAL 17-AN ITU HARAM: JANGAN SAMPAI SANGKAL PUTUNG GARA-GARA SALAH KOSTUM!

MUI TEGAS SEBUT PRIA DANDAN CANTIK DI KARNAVAL 17-AN ITU HARAM: JANGAN SAMPAI SANGKAL PUTUNG GARA-GARA SALAH KOSTUM!
Fatwa MUI Pria Pakai Baju Wanita / Hukum Karnaval 17 Agustus Laki-Laki Dandan Perempuan

JAKARTA beritametro.id – Momen agustusan alias perayaan Hari Kemerdekaan RI memang selalu meriah dengan aneka warna karnaval. Namun, buat para pria yang mendadak kepikiran mau pinjam daster istri, pakai sanggul, atau dandan menor ala emak-emak demi meramaikan pawai 17-an, mending dipikir ulang dech.

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara tegas mengingatkan bahwa pria yang nekat mengenakan pakaian menyerupai wanita—meskipun niatnya cuma buat kelakar, bapak-bapak lucu-lucuan, atau meramaikan karnaval—hukumnya adalah haram dalam syariat Islam.

Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Abdul Muiz Ali, menjelaskan bahwa tindakan "tukar nasib" busana tersebut tergolong sebagai tasyabbuh, alias tindakan menyerupai lawan jenis. Bukan sekadar mitos warga, larangan ini punya landasan hukum yang sangat kuat dari hadis sahih riwayat Imam Bukhari yang melaknat pria menyerupai wanita maupun sebaliknya.

"Maksud hati mau bikin penonton tertawa sampai pinggul terpelintir, tapi ya jangan sampai menabrak aturan agama. Niat hiburan jangan sampai bikin hilang pahala," kelakar Kyai Muiz menyikapi tradisi musiman tersebut.

Kyai Muiz mewanti-wanti agar sukacita Kemerdekaan RI diisi dengan kegiatan yang berbobot dan berfaedah. Daripada repot-repot belajar jalan pakai high heels yang berisiko bikin engkel kaki keseleo, warga diajak untuk mengisi agustusan dengan memperkuat tali silaturahmi, bikin lomba kreasi positif, serta memperbanyak doa dan zikir syukur atas kemerdekaan bangsa.

Tak cuma soal kostum, MUI juga menyoroti efek domino sosial dari tren musiman ini. Kyai Muiz mengkhawatirkan aksi dandan silang busana di ruang terbuka ini diam-diam dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menyelundupkan agenda atau kampanye terselubung yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai agama dan norma masyarakat.

Jadi buat bapak-bapak panitia atau peserta karnaval tahun ini, daster dan gincu istrinya disimpan baik-baik saja di lemari. Lebih aman dan ganteng kalau ikut lomba makan kerupuk atau balap karung pakai helm! (BM/Red/Dea)

Komentar / Jawab Dari