Mode Gelap
Image
Sabtu, 18 April 2026
Logo
Pastikan Kamtibmas Wilayah Hukum Polsek Tandes Aman Kondusif. Kanit Reskrim : Giat Rutin Patroli dan Pelayanan Masyarakat Berjalan Baik
Iptu Eddie Octavianus Mamoto, SH, Kanit Rekrim Polsek Tandes yang melalui kendalinya, sejumlah kasus kriminalitas 3C dan kejahatan lainnya berhasil diungkapnya.

Pastikan Kamtibmas Wilayah Hukum Polsek Tandes Aman Kondusif. Kanit Reskrim : Giat Rutin Patroli dan Pelayanan Masyarakat Berjalan Baik

SURABAYA (BM) – Maraknya kriminalitas akhir-akhir ini menjadi atensi serius pihak kepolisian salah satunya di wilayah hukum Polsek Tandes Surabaya Barat. Tak ada ruang sedikitpun untuk para bandit jalanan untuk melakukan aksi kejahatan serta pihak-pihak yang mencoba menebar teror hoaks sehingga membuat gaduh tidak nyaman di masyarakat.

Beritametro.id mencoba melakukan percakapan ekslusif dengan Iptu Eddie Octavianus Mamoto, SH, Kanit Rekrim Polsek Tandes yang melalui kendalinya, sejumlah kasus kriminalitas 3C dan kejahatan lainnya berhasil diungkapnya.

“Wilayah Barat Polsek Tandes terpantau aman terkendali karena kegiatan patroli berlanjut secara kontinyu crink serse pun berlanjut secara kontinyu untuk pelayanan masyarakat tetap berjalan dengan baik dan tidak ada hal-hal yang menonjol yang perlu dikhawatirkan semuanya dalam keadaan aman dan terkendali,” ungkap Kanit Reskrim kelahiran Minahasa ini ketika dihubungi melalui smartphone-nya, Sabtu (15/6/2024).

Kanit reskrim Tandes yang biasa disapa Octa ini menyampaikan, polisi tidak bisa bergerak sendiri tanpa peran serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi dilingkungan sekitar agar situasi makin kondusif.

“Selain itu kita juga  berharap sinergitas, kerjasama dan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat yang ada untuk tetap bersama-sama menjaga keamanan lingkungan masing-masing," imbuh Kanit Reskrim penghobi kuliner ekstrim ini.

Tak hanya itu, Iptu Eddie Octavianus Mamoto berharap, agar masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan kabar bohong alias hoaks.  Eddie Octavianus Mamoto mengimbau masyarakat agar lebih dulu melakukan klarifikasi sebelum meyakini suatu informasi. 

“Misal jika ada kabar atau informasi yang bisa menimbulkan kegaduhan sehingga menimbulkan ketidak nyamanan di masyarakat seperti akan ada bentrok perguruan A dengan B atau kabar lainnya melalui pesan berantai, kami berharap masyarakat untuk mengecek dulu segala kebenaran suatu informasi yang diterima, jangan mudah termakan isu-isu yang tidak benar dan menyesatkan,” pungkas Iptu Eddie Octavianus Mamoto.  

Komentar / Jawab Dari