Puncak Musim Penghujan Rentan Potensi Penyakit, Dokter RS Haji Surabaya Berikan Tips Hidup Sehat
- Posting Oleh Nanang
- Kamis, 12 Februari 2026 15:02
SURABAYA (BM) - BMKG mengingatkan cuaca ekstrim dalam beberapa pekan kedepan (Februari 2026), Jawa Timur memasuki puncak musim hujan, ditandai dengan cuaca berawan hingga hujan intensitas ringan-sedang, bahkan potensi cuaca ekstrem.
Kondisi ini dimungkinkan masyarakat rentan terserang penyakit, sehingga kewaspadaan untuk tetap menjaga kesehatan serta merubah pola hidup agar terhindar dari berbagai potensi penyakit pada puncak musim cuaca penghujan.
Hal ini diungkapkan dr. Wiwid Samsulhadi, SpPD, FINASIM, MH, MARS, Wakil Direktur Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Provinsi Jawa Timur kepada beritametro.id, Kamis (12/02). Agar masyarakat terhindar dari penyakit – penyakit di musim penghujan ini dr Wiwid berpesan untuk selalu menjaga kebersihan diri.
“Rajin cuci tangan pakai sabun, terutama sebelum makan dan setelah dari luar rumah. Konsumsi makanan bergizi perbanyak sayur, buah, protein, dan vitamin (terutama vitamin C) untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Lalu minum air putih yang cukup walau cuaca dingin, tubuh tetap butuh cairan agar tidak dehidrasi,” ulasnya.
“Kemudian istirahat yang cukup, tidur teratur membantu tubuh melawan infeksi dan menjaga imun tetap kuat. Gunakan pakaian yang bersih dan kering, segera ganti baju jika kehujanan untuk mencegah flu dan penyakit kulit,” imbuh dr Wiwid.
Tak hanya itu, menurutnya menjaga kebersihan lingkungan juga harus diperhatikan seperti membersihkan selokan dan genangan air agar tidak jadi sarang nyamuk penyebab demam berdarah.
“Jangan lupa untuk melakukan olahraga ringan secara rutin seperti jalan kaki, senam, atau stretching di rumah untuk menjaga kebugaran. Gunakan masker bila sedang sakit agar tidak menularkan penyakit ke orang lain, terutama batuk dan pilek dan hindari genangan air kotor untuk mencegah penyakit seperti leptospirosis. Segera periksa ke fasilitas kesehatan bila timbul gejala,” ungkapnya.
dr Wiwid menjelaskan RSUD Haji memiliki Bidang Pelayanan Khusus yang dibentuk sebagai partisipasi kami dalam memenuhi Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) di wilayah sekitar Rumah Sakit.
“Lewat bidang tersebut kami menjaring kerjasama dengan puskesmas, bidang pendidikan dan organisasi kemasyarakatan untuk kegiatan penyuluhan serta sharing knowledge terkait kesehatan seperti Pencegahan DBD dan lain sebagainya. Selain itu kami juga selalu menyampaikan promosi tentang kesehatan di kanal sosial media kami,” pungkasnya.
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1625)
- Keadilan (700)
- Hukrim (1900)
- Plesir (26)
- Peristiwa (467)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2028)
- Internasional (560)
- Sports (1991)
- Ekonomi (1457)
- Jawa Timur (16376)
- Weekend (23)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (61)
- Lifestyle (288)
- Catatan Metro (206)
- Opini (174)
- Fokus (464)
- Highlight (1)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2739)
- Kriminal (120)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (36)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (10)
- Giat Prajurit (14)
- Wisata (32)
- Global (10)
- Pendidikan (200)
- Hukum (23)
