Mode Gelap
Image
Sabtu, 01 Agustus 2026
Logo

DJKI GEBRAK SURABAYA: DORONG PENINGKATAN PATEN KAMPUS DAN PERCEPAT LAYANAN MEREK LEWAT PROGRAM FAST TRACK 2026

DJKI GEBRAK SURABAYA: DORONG PENINGKATAN PATEN KAMPUS DAN PERCEPAT LAYANAN MEREK LEWAT PROGRAM FAST TRACK 2026
DJKI GEBRAK SURABAYA: DORONG PENINGKATAN PATEN KAMPUS DAN PERCEPAT LAYANAN MEREK LEWAT PROGRAM FAST TRACK 2026

SURABAYA beritametro.id – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM RI terus memperkuat ekosistem Kekayaan Intelektual (KI) di Jawa Timur. Berfokus pada penguatan kapasitas akademisi dan pelaku usaha, DJKI menggelar Bimbingan Teknis Penguatan Sentra KI serta Peningkatan Kualitas Permohonan Paten di Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya pada 29–30 Juni 2026.

Langkah ini diambil untuk memastikan agar setiap riset dan inovasi teknologi yang dihasilkan perguruan tinggi serta lembaga penelitian lokal memiliki perlindungan hukum yang solid dan bernilai ekonomis tinggi.

Transformasi Layanan Melalui Skema Percepatan (Fast Track)

Selain pendampingan teknis, DJKI menghadirkan terobosan skema Fast Track (percepatan) layanan digital untuk memangkas birokrasi permohonan KI bagi kalangan akademisi maupun UMKM di Surabaya. Berkolaborasi dengan Kanwil Kemenkumham Jawa Timur dan pusat inkubasi kampus, beberapa kemudahan yang dihadirkan meliputi:

Merek Lebih Cepat (Maksimal 6 Bulan): Pemangkasan masa proses penyelesaian permohonan merek dari yang semula memakan waktu hingga 8 bulan, kini dipersingkat menjadi maksimal 6 bulan.

Persetujuan Otomatisasi (POP Merek): Pengurusan pasca-permohonan seperti perpanjangan merek dan pencatatan lisensi kini dapat rampung secara instan hanya dalam kurun waktu 10 menit via sistem online.

Percepatan Pengumuman Paten: Pemohon paten dapat memangkas masa tunggu publikasi resmi dari 18 bulan menjadi hanya 6 bulan dengan mengajukan permohonan surat khusus.

Akselerasi UMKM Global (WIPO IPMC): Program intensif hasil kerja sama DJKI dengan World Intellectual Property Organization (WIPO) bagi 75 UMKM terpilih di Jawa Timur untuk mengintegrasikan KI ke dalam skala bisnis internasional.

Dorong Invensi Menjadi Paten Bernilai Ekonomis

Pemeriksa Paten DJKI, Alizar, menegaskan pentingnya pemahaman komprehensif bagi para pemohon dan pengelola Sentra KI kampus dalam menyusun dokumen spesifikasi paten (drafting) yang presisi.

"Melalui pendampingan langsung dan pemanfaatan skema percepatan ini, kami ingin memastikan riset-riset unggulan dari Surabaya tidak berhenti di menara gading. Setiap pendaftaran paten harus memenuhi standar kriteria perlindungan hukum sekaligus siap untuk dikomersialisasi," ungkap Alizar di sela-sela kegiatan.

Melalui integrasi layanan digital dan bimbingan langsung di lapangan, DJKI optimistis pendaftaran merek dan paten dari wilayah Jawa Timur akan mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun 2026.(BM/Red/Dea)

Komentar / Jawab Dari