CUACA SURABAYA TERASA "DINGIN" TAK BIASA, BMKG UNGKAP FENOMENA BEDIDING DI JAWA TIMUR
- Posting Oleh dicky
- Sabtu, 25 Juli 2026 16:07
SURABAYA beritametro.id– Warga Kota Surabaya dan sekitarnya belakangan ini merasakan perubahan suhu udara yang cenderung lebih dingin menusuk, terutama pada malam hingga pagi hari. Fenomena penurunan suhu yang tak biasa di Kota Pahlawan ini menjadi perbincangan hangat masyarakat yang terbiasa dengan iklim tropis cenderung panas.
Badan Meteorologi, Climatology, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena suhu dingin yang melanda wilayah Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya dikenal dengan istilah Bediding.
Penjelasan BMKG: Australia Monsoon dan Perubahan Iklim
BMKG menegaskan bahwa fenomena bediding merupakan hal yang lumrah terjadi saat memasuki puncak musim kemarau. Penurunan suhu ekstrem pada malam hari dipicu oleh pergerakan massa udara dingin dan kering dari Benua Australia (Angin Monsun Australia) menuju wilayah Indonesia.
Namun, BMKG juga menyoroti adanya efek fluktuasi perubahan iklim global (climate change) yang membuat dinamika cuaca menjadi semakin ekstrem. Berkurangnya tutupan awan di malam hari membuat radiasi panas bumi terlepas secara maksimal ke angkasa tanpa ada yang menahan, sehingga suhu permukaan tanah merosot tajam.
Dampak di Wilayah Jawa Timur
Tidak hanya Surabaya, beberapa wilayah dataran tinggi di Jawa Timur seperti Malang, Batu, hingga kawasan Bromo dan Ijen bahkan mencatatkan suhu udara terendah yang berpotensi memicu timbulnya embun upas (frost)
- Malam Dingin, Siang Menyengat
Perubahan Suhu Ekstrem
Perbedaan (deviasi) suhu yang sangat kontras antara siang hari yang terik dan malam hari yang dingin merata di wilayah pesisir seperti Surabaya dan Sidoarjo. - Waspada Penyakit Musim Bediding
Kesehatan Masyarakat
Masyarakat diimbau mengantisipasi gangguan kesehatan akibat perubahan suhu mendadak, seperti flu, batuk, hingga kulit kering. - Antisipasi Embun Frost
Mitigasi Sektor Pertanian
BMKG meminta para petani di kawasan dataran tinggi Jawa Timur untuk mewaspadai embun beku yang bisa merusak komoditas sayuran dan holtikultura. (red/BM/dea)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1627)
- Keadilan (701)
- Hukrim (1980)
- Plesir (27)
- Peristiwa (477)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2081)
- Internasional (561)
- Sports (1998)
- Ekonomi (1497)
- Jawa Timur (16500)
- Weekend (23)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (63)
- Lifestyle (296)
- Catatan Metro (206)
- Opini (175)
- Fokus (464)
- Highlight (2)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2770)
- Kriminal (122)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (11)
- Giat Prajurit (16)
- Wisata (34)
- Global (10)
- Pendidikan (211)
- Hukum (24)
