Menjaga Nyala Teater Kampus: Teater Lampah UNSURI Konsisten Respons Isu Sosial Lewat Panggung Eksperimental
- Posting Oleh dicky
- Sabtu, 04 Juli 2026 18:07
SURABAYA BM – Menjaga eksistensi kelompok teater kampus di tengah gempuran tren digital modern bukanlah perkara mudah. Namun, komitmen tebal ditunjukkan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Lampah dari Universitas Sunan Giri (UNSURI) Surabaya. Membawa semboyan khasnya, "Dimana ada karya, disitu ada kita", kelompok teater mahasiswa yang bermarkas di Sanggar Teater LAMPAH Unsuri kawasan Waru ini terus konsisten menelurkan pementasan-pementasan eksperimental yang tajam merespons realitas sosial.
Dalam beberapa pementasan terakhir, Teater Lampah kerap mengeksplorasi naskah kontemporer melalui gerakan kreatif bertajuk GERAM (Gerakan Berirama). Panggung teater mereka tidak sekadar mengandalkan kekuatan dialog, melainkan juga perpaduan ritme ketukan tubuh serta unsur kebudayaan lokal. Regenerasi aktor muda di dalam sanggar pun terus dipacu melalui gelaran rutin internal seperti pementasan "Temu Karya".
Ketua Umum Teater Lampah Amar Amrullah menegaskan bahwa esensi dari teater mahasiswa adalah keberanian dalam bersuara. "Teater bukan hanya seni menghafal naskah atau dekorasi panggung yang megah. Bagi kami, teater adalah wadah perenungan atas apa yang terjadi di masyarakat. Melalui 'Lampah'—yang berarti melangkah atau bertindak—kami ingin setiap anggota yang berproses di sini memiliki kepekaan sosial yang tinggi sebelum akhirnya mereka lulus dan terjun ke dunia profesional," ujarnya di sela-sela latihan rutin di Sanggar Teater LAMPAH Unsuri. Kepekaan ini pula yang terbukti membekali banyak alumni mereka, termasuk beberapa nama ikonik yang kini telah sukses berkarier di sektor profesional di Surabaya.
Konsistensi yang ditunjukkan oleh anak-anak muda UNSURI ini memantik perhatian positif dari para pelaku seni senior di Kota Pahlawan. Pertumbuhan kantong seni di perbatasan Surabaya-Sidoarjo ini dinilai memberi angin segar bagi ekosistem teater Jawa Timur yang dikenal lugas dan berkarakter kuat.
Meimura, sutradara sekaligus tokoh teater kontemporer senior Surabaya, memberikan apresiasi mendalam terhadap daya hidup teater mahasiswa saat ini. Menurutnya, teater kampus seperti Teater Lampah adalah laboratorium utama penentu masa depan seni pertunjukan.
"Arek-arek Teater Lampah UNSURI ini punya modal besar, yaitu energi komunal dan kejujuran dalam berkarya. Karakter teater Surabaya itu sejak era Cak Durasim selalu lekat dengan kritik sosial yang blak-blakan namun tetap punya estetika budaya lokal yang kental. Saya melihat spirit itu dijaga dengan baik oleh mereka lewat pementasan eksperimentalnya," ungkap Meimura saat dihubungi terpisah.
Meski demikian, seniman yang kerap menggelar pementasan monodrama ini menitipkan pesan penting bagi kepengurusan aktif Teater Lampah. Ia menekankan pentingnya membuka ruang kolaborasi lintas disiplin agar karya teater mahasiswa tidak terjebak dalam batas dinding kampus saja."
Tantangan terbesar teater kampus hari ini adalah bagaimana membawa karya mereka keluar untuk berdialog langsung dengan publik penonton yang lebih luas. Jangan ragu untuk memperbanyak jam terbang pementasan keliling atau berkolaborasi dengan komunitas teater independen lainnya di Surabaya. Pertahankan konsistensinya, karena dari sanggar-sanggar kecil seperti itulah lahir seniman dan pemikir bangsa yang tangguh," pungkasnya optimis. (BM/DEA)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1625)
- Keadilan (701)
- Hukrim (1962)
- Plesir (26)
- Peristiwa (469)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2046)
- Internasional (560)
- Sports (1998)
- Ekonomi (1491)
- Jawa Timur (16464)
- Weekend (23)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (61)
- Lifestyle (292)
- Catatan Metro (206)
- Opini (174)
- Fokus (464)
- Highlight (1)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2764)
- Kriminal (120)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (11)
- Giat Prajurit (16)
- Wisata (34)
- Global (10)
- Pendidikan (210)
- Hukum (24)
