PENGELOLA SPPG KALITENGAH TERANCAM SANKSI BERAT, POLISI DAN DINKES SIDOARJO USUT TUNTAS SAMPEL MAKANAN MBG
- Posting Oleh dicky
- Selasa, 01 September 2026 21:09
SIDOARJO beritametro.id – Buntut dari insiden keracunan massal yang menimpa 120 santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, berbuntut panjang. Sorotan tajam kini tertuju langsung pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, selaku pihak penyedia katering program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi sumber utama petaka pangan tersebut.
Desakan agar pihak pengelola SPPG Kalitengah dijatuhi sanksi tegas hingga pencabutan izin operasional menggema dari berbagai kalangan. Pasalnya, insiden yang melibatkan ratusan anak didik di bawah umur ini dinilai sebagai kelalaian fatal dalam penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) higienitas dan keamanan pangan.
Di tengah proses pemulihan para santri yang tersebar di RSUD Sidoarjo, RS Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RS Pusura Gelam, aparat kepolisian bergerak cepat. Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo telah mengamankan sejumlah sisa sampel makanan, muntahan, serta bahan baku dari dapur SPPG Kalitengah untuk diuji secara laboratoris. Uji forensik ini dilakukan guna memastikan jenis bakteri, zat kimia, atau kontaminan berbahaya yang memicu gejala mual dan muntah massal tersebut.
Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Manba'ul Hikam, KH Abdul Wahid Harun, menyatakan pihak pesantren menyerahkan sepenuhnya penanganan hukum kasus ini kepada pihak berwenang. Pihaknya fokus mendampingi para wali santri yang sempat panik akibat gelombang evakuasi darurat menggunakan puluhan ambulans pada Selasa malam.
Di sisi lain, ancaman sanksi administratif hingga pidana kini mengintai pihak pengelola SPPG Kalitengah jika hasil investigasi laboratorium terbukti menemukan unsur kelalaian atau pelanggaran berat dalam proses pengolahan hingga distribusi makanan bergizi gratis tersebut. Kasus ini sekaligus menjadi alarm keras bagi pengawasan rantai pasok program MBG di Kabupaten Sidoarjo agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.(BM/Red/Dea)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1628)
- Keadilan (704)
- Hukrim (2015)
- Plesir (30)
- Peristiwa (485)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2097)
- Internasional (562)
- Sports (2001)
- Ekonomi (1519)
- Jawa Timur (16588)
- Weekend (25)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (63)
- Lifestyle (301)
- Catatan Metro (207)
- Opini (177)
- Fokus (464)
- Highlight (2)
- Timur Raya (15)
- Surabaya (2797)
- Kriminal (122)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (3)
- Event & Promo (13)
- Giat Prajurit (17)
- Wisata (35)
- Global (10)
- Pendidikan (218)
- Hukum (28)
