Mode Gelap
Image
Jumat, 10 Juli 2026
Logo
Benteng Ditreskrimsus Dijaga Barikade Brimob, Rantis Disiagakan Pasca-Sita Aset Rp 476 Miliar
Benteng Ditreskrimsus Dijaga Barikade Brimob, Rantis Disiagakan Pasca-Sita Aset Rp 476 Miliar

Benteng Ditreskrimsus Dijaga Barikade Brimob, Rantis Disiagakan Pasca-Sita Aset Rp 476 Miliar

JAKARTA BM– Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Metro Jaya mendadak berubah menjadi benteng dengan pengamanan superketat pada Kamis (9/7/2026). Langkah darurat ini diambil setelah tim penyidik gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menuntaskan penggeledahan maraton di 12 lokasi berbeda sejak Rabu malam. Operasi senyap tersebut berhasil mengamankan aset bernilai fantastis, termasuk koper-koper berisi 74 kilogram emas batangan dan gepokan valuta asing dari rumah mewah di Sentul.

Pantauan koran ini di lapangan menunjukkan atmosfer ketat yang tidak biasa di sekeliling markas komando. Sejak pagi hari, personel Korps Brimob bersenjata laras panjang diposisikan siaga penuh di area-area krusial. Beberapa unit kendaraan taktis (rantis) antipeluru tampak terparkir gagah tepat di depan gerbang utama serta pelataran Gedung Ditreskrimsus. Gedung ini menjadi pusat penyimpanan sementara seluruh barang bukti bernilai ratusan miliar rupiah tersebut.

"Peningkatan pengamanan ini merupakan Prosedur Operasional Standar (SOP) untuk memastikan keamanan maksimal terhadap barang bukti megaproyek yang baru saja disita. Kami memitigasi segala bentuk risiko gangguan," tegas seorang perwira menengah di lokasi.

Akses masuk bagi pejalan kaki maupun pengendara yang mengarah ke dalam Mapolda Metro Jaya kini wajib melewati skrining berlapis. Petugas dari satuan Provos dibantu personel Brimob aktif mencegat setiap tamu untuk menanyakan identitas serta keperluan mereka secara detail. Kendati dijaga ketat dengan patroli perimeter yang intensif, pihak kepolisian memastikan pelayanan publik seperti pengurusan SKCK dan perpanjangan SIM tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Penggeledahan besar-besaran di 12 titik—termasuk sebuah kafe dan money changer di Cipete yang menyembunyikan brankas senilai Rp 67 miliar—terkait erat dengan pembongkaran tiga kasus megakorupsi sekaligus. Kasus-kasus tersebut meliputi dugaan suap batubara pengadaan PLN yang sempat memicu blackout di Sumatera, kasus korupsi PT Asabri, serta penyelesaian utang PT CBS kepada anak perusahaan Krakatau Steel. Mengingat besarnya skala korporasi dan nama-nama besar yang terseret, pengawalan ketat ini diprediksi akan terus berlangsung selama proses penyusunan berkas perkara pidana berjalan. BM/DEA

Komentar / Jawab Dari