Mode Gelap
Image
Jumat, 08 Mei 2026
Logo
Jadi Pimpinan Teladan,Kapolres Situbondo jadi Contoh dalam Ikut Tes Urine Dadakan
Kapolres AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc.,pun juga bersama para Pejabat Utama (PJU).jadi orang pertama yang menyerahkan sampel tes urine mereka kepada petugas medis

Jadi Pimpinan Teladan,Kapolres Situbondo jadi Contoh dalam Ikut Tes Urine Dadakan

Situbondo,Berita Metro.id Dalam kegiatan deteksi dini Narkoba di Aula Tantya Sudhirajati,Ada pemandangan Menarik dalam kegiatan Deteksi dini dalam tes Narkoba.Hal tersebut Tak hanya menyasar para anggota Polres saja,Kapolres AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc.,pun juga bersama para Pejabat Utama (PJU).jadi orang pertama yang menyerahkan sampel tes urine mereka kepada petugas medis.Rabu 18/2/26 Pagi.

Tes urine ini sebagai bentuk contoh kemimpimpinan yang dilakukan oleh Kapolres Situbondo sebagai bentuk komitmen nyata dan jadi teladan bagi seluruh personel Polres Situbondo.Dari itu,Kapolres Situbondo menunjukkan bahwa dalam hal kedisiplinan dan juga pemberantasan narkoba, tidak ada pengecualian di lingkungan Polri semuanya harus bersih tanpa terkecuali.

"Giat pagi ini adalah mitigasi sekaligus pengecekan urine untuk memastikan internal kita bersih. Saya bersama para PJU ikut serta sebagai contoh bagi anggota. Ada sekitar 90 personel yang kita cek hari ini untuk melihat data awal apakah ada yang terindikasi mengonsumsi narkoba," ujar AKBP Bayu.

Kegiatan deteksi dini Narkoba yang digelar Sipropam ini dilaksanakan secara mendadak dan acak (random). Skema ini sengaja diterapkan agar anggota tidak memiliki kesempatan untuk bersiap-siap, sekaligus menjadi peringatan keras bagi siapapun yang berani bermain-main dengan barang haram.

"Kita laksanakan rutin dan random. Mereka tidak tahu kapan waktunya, sehingga ini menjadi warning bagi yang lain. Harapannya, setiap personel akan berpikir dua kali sebelum terpikir untuk mengonsumsi obat terlarang," tegas AKBP Bayu.

Kapolres juga menjelaskan prosedur jika ditemukan hasil positif. Penyelidikan mendalam akan dilakukan untuk memastikan apakah itu murni narkoba atau efek samping obat-obatan tertentu sesuai resep dokter (false positive). Jika terbukti penyalahgunaan tanpa alasan medis, pemeriksaan akan ditingkatkan melalui tes darah atau rambut bersama BNN.

Sanksi yang disiapkan pun sangat berat, hingga pemberhentian tidak hormat (PTDH). "Apabila terbukti positif narkoba, sanksinya tegas mulai dari sidang disiplin hingga sidang KEPP untuk dipecat. Terlebih jika terlibat aktivitas jual beli atau membekingi, tentu sanksinya akan kita tingkatkan ke ranah pidana," tambah AKBP Bayu.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dari petugas Dokkes, seluruh personel yang diperiksa termasuk Kapolres dan jajaran PJU menunjukkan hasil yang negatif,tidak ada terindikasi secara positif Narkoba.( Sun ).

 

 

Komentar / Jawab Dari