Mode Gelap
Image
Jumat, 01 Mei 2026
Logo
Rapat DPRD Situbondo Disorot, Eko Siti Jenar Protes Kunker Dewan,Rapat DPRD jadi Tegang.
Dalam pertemuan itu, sejumlah pimpinan dan anggota DPRD turut hadir untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan aktivis ketua Siti jenar tersebut.

Rapat DPRD Situbondo Disorot, Eko Siti Jenar Protes Kunker Dewan,Rapat DPRD jadi Tegang.

Situbondo,Berita Metro.id Suansana Rapat di DPRD Kabupaten Situbondo berubah menjadi suasana memanas,dikarenakan Aktivis lokal Eko Febrianto atau yang dikenal sebagai Eko Siti Jenar mendatangi rapat Badan Musyawarah ( Bansmus ) tersebut,hingga suasana rapat di DPRD Kabupaten Situbondo berubah memanas.Kamis 30/4/26.

Eko siti jenar langsung mendatangi ruang rapat Badan Musyawarah (Banmus) tersebut dengan melontarkan kritik langsung kepada para anggota dewan terkait penggunaan anggaran daerah kabupaten situbondo.

Hal tersebut tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB,ketika para Anggota Dewan rapat internal DPRD sedang berlangsung.Dengan Tanpa pemberitahuan resmi, Eko Sitijenar masuk ke ruang sidang yang berlangsung serta menyampaikan protes di hadapan peserta rapat tersebut.

Kehadiran Eko sempat memicu ketegangan,karena dianggap mengganggu jalannya Rapat forum tersebut.akan tetapi situasi perlahan encer dan kondusif setelah Ketua DPRD Situbondo, Mahbub Junaidi, turun langsung membuka dialog bersama Eko.

Dalam pertemuan itu, sejumlah pimpinan dan anggota DPRD turut hadir untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan aktivis ketua Siti jenar tersebut.

"Saya akan terus bersuara ketika amanah ini dijalankan tidak sesuai aturan. Untuk membahas revisi aturan Badan Kehormatan saja harus dilakukan di luar kota. Pertanyaannya, apa hasilnya? Mana output-nya?” ujar Eko.

Eko menilai penggunaan anggaran DPRD, khususnya untuk kegiatan kunjungan kerja atau kunker, perlu dievaluasi secara serius. Menurutnya, perjalanan dinas yang terlalu sering dilakukan tidak menunjukkan hasil yang jelas bagi kepentingan masyarakat.

Ia juga mempertanyakan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk agenda perjalanan dinas tersebut. Menurutnya, dana yang berasal dari APBD semestinya digunakan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi warga situbondo.

“Anggaran yang digelontorkan itu bukan kecil. Tapi anehnya, sedikit-sedikit kunker keluar kota, sementara hasilnya nihil,” ujarnya dengan Keras.

Setelah menyampaikan kritik di ruang Banmus, Eko melanjutkan aksinya dengan mendatangi Sekretariat DPRD Situbondo. Di sana ia menemui Sekretaris Dewan Buchori untuk mempertanyakan pengelolaan anggaran di lingkungan DPRD.

Menurutnya, sekretariat memiliki peran penting dalam memastikan seluruh penggunaan anggaran berjalan transparan dan akuntabel.

Dalam aksinya, Eko juga mengingatkan fungsi utama DPRD berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Ia menegaskan bahwa fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan harus dijalankan secara maksimal,ia menyinggung Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 terkait efisiensi belanja negara dan daerah yang mengatur pengurangan perjalanan dinas hingga 50 persen.

“Sudah jelas ada instruksi efisiensi dari pusat. Tidak bisa lagi perjalanan dinas dilakukan tanpa hasil yang jelas,” ucapnya.

Sementara itu, Mahbub Junaidi menyatakan DPRD terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari proses demokrasi.( Sun )

 

 

Komentar / Jawab Dari