DI BALIK REKAYASA "TEROR POCONG BERSAJAM": MODUS KRIMINAL BARU ATAU HOROR DIGITAL YANG DISENGAJA?
- Posting Oleh dicky
- Jumat, 22 Mei 2026 21:05
JAKARTA — Media sosial dalam beberapa hari terakhir dibanjiri oleh narasi mencekam mengenai dugaan "teror pocong membawa senjata tajam (sajam)" yang dilaporkan menyebar di sejumlah daerah. Mulai dari wilayah Jawa Barat (seperti Bekasi, Cilegon, Merak), wilayah Banten (Tangerang Raya, Cipondoh, Rajeg), hingga menyebar menjadi isu liar di beberapa titik di Jawa Timur.
Kabar burung yang mulanya dianggap sekadar fenomena mistis atau lelucon ini, kini ditanggapi serius oleh pihak kepolisian karena memiliki indikasi kuat menyembunyikan motif kriminalitas yang nyata.Kejadian aneh ini dinilai bukan lagi sekadar histeria massa biasa, melainkan sebuah fenomena yang patut dicermati secara mendalam.Ada "sesuatu" yang sengaja dirancang di balik kain putih dan kilatan senjata tajam tersebut.
Kedok Mistis untuk Memuluskan Aksi Kriminal
Pihak kepolisian dari berbagai wilayah bergerak cepat melakukan penelusuran. Berdasarkan hasil investigasi awal dan patroli intensif, aparat menemukan bahwa fenomena "pocong bersajam" ini memiliki benang merah yang seragam: rekayasa psikologis untuk menciptakan kepanikan massal.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menegaskan bahwa kemunculan sosok menyeramkan ini berpotensi besar sengaja dimanfaatkan sebagai modus operandi kejahatan jalanan, pencurian rumah, hingga pembegalan.
"Jangan sampai masyarakat merasa takut yang justru dimanfaatkan (oleh pelaku) untuk melakukan tindak pidana seperti pencurian maupun perampokan,” ujar Kombes Andi Indra Waspada dalam keterangannya.
Secara taktis, pelaku kriminal memanfaatkan kultur masyarakat Indonesia yang masih sensitif terhadap isu supranatural. Saat warga dicekam ketakutan, jalanan akan menjadi sepi dan penghuni rumah cenderung mengunci diri, memberi ruang bebas bagi para komplotan penjahat untuk menggasak target tanpa perlawanan atau saksi mata.
Sengaja Mengambil Keuntungan dari Algoritma Media Sosial
Selain modus operandi kejahatan fisik di lapangan, fenomena ini juga dicermati sebagai bentuk pencarian sensasi digital digital (clout chasing).
Kasi Humas Polresta Tangerang menyatakan bahwa banyak dari potongan video yang beredar luas di platform TikTok, Instagram, dan grup WhatsApp telah dipotong, disunting, atau direkayasa demi mendulang viewers dan interaksi tinggi.
Sebagai contoh, penelusuran di lapangan oleh Polsek Ciputat Timur mendapati bahwa salah satu objek "pocong" yang sempat viral ternyata hanyalah seorang pengamen berkostum yang direkam secara dramatis oleh warga netizen, yang kemudian dinarasikan secara berlebihan sebagai teror bersenjata. Namun, ketika narasi tersebut digabungkan dengan isu sajam, kepanikan publik tidak terbendung lagi.
Menghidupkan Siskamling Melawan Horor Buatan
Menyikapi kegaduhan lintas provinsi ini, aparat kepolisian bersama TNI (Babinsa) dan perangkat desa di berbagai wilayah sepakat meningkatkan intensitas patroli malam hari, terutama pada jam-jam rawan menjelang dini hari.Pihak berwajib juga mengimbau keras agar masyarakat tidak kalah oleh rasa takut.
Warga diminta untuk menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) atau ronda malam. Jika masyarakat tetap bersatu dan waspada di pos-pos ronda, ruang gerak "pocong-pocong jadi-jadian" berdarah dingin ini dipastikan akan mati kutu.
Masyarakat diharapkan tetap tenang, menyaring setiap video informasi yang masuk, dan segera menghubungi call center kepolisian 110 jika mendapati pergerakan mencurigakan di malam hari.dea
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1625)
- Keadilan (700)
- Hukrim (1936)
- Plesir (26)
- Peristiwa (467)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2035)
- Internasional (560)
- Sports (1996)
- Ekonomi (1470)
- Jawa Timur (16422)
- Weekend (23)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (61)
- Lifestyle (289)
- Catatan Metro (206)
- Opini (174)
- Fokus (464)
- Highlight (1)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2749)
- Kriminal (120)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (10)
- Giat Prajurit (16)
- Wisata (33)
- Global (10)
- Pendidikan (205)
- Hukum (23)
