Mode Gelap
Image
Minggu, 19 April 2026
Logo

Kanit Jatanras Gadungan Tipu Korbannya Rp 5 Juta Diadili

Kanit Jatanras Gadungan Tipu Korbannya Rp 5 Juta Diadili
Kakok, Kanit Jatanras gadungan (bawah) saat menjalani sidang online.

SURABAYA (BM) - Seorang pedagang keliling bernama Kakok kini kena masalah serius. Dia disidang karena sebagai Kanit Jatanras gadungan, dirinya terjerat kasus penipuan di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (9/9/2024). Kakok didakwa Pasal 378 KUHP. 

Korbannya, Dwi Ahmad, dihadirkan Jaksa Penuntut Umum, Parlindungan T Manulang. Dwi cerita kalau Kakok ngaku-ngaku sebagai Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya dan minta uang Rp 5 juta buat “bantu” ngeluarin motor Scoopy milik Dwi. “Dia ngaku Kanit Jatanras, minta uang Rp 5 juta buat ambil motor Scoopy saya,” kata Dwi di sidang.

Nggak cuma ngaku, Kakok juga pake ID card polisi palsu, pistol mainan, dan pin logo Polri biar lebih meyakinkan. Pas di sidang, Kakok ngaku juga, “Iya, benar yang mulia,” katanya dengan tenang.

Awal mula ceritanya, Dwi dateng ke rumah seseorang berinisial Edy buat nanyain motor Scoopy-nya yang digadaikan. Tapi yang ditemuin malah ortunya Edy. Eh, nggak lama kemudian dateng si Kakok yang ngaku Kanit Jatanras, katanya juga lagi nyari motor NMax-nya yang digadaikan Edy. Dari situ mereka tukeran nomor WhatsApp.

Beberapa hari kemudian, 4 Mei 2024, Dwi ketemuan sama Kakok di Warkop Icip Kopi. Kakok janjiin bakal bantu beliin motor Scoopy baru seharga Rp 5 juta. Tapi, setelah uang dikasih, motor nggak pernah ada. Dwi akhirnya sadar dia ketipu dan lapor ke polisi.

Barang bukti yang diamankan di antaranya screenshot chat WhatsApp, sepeda motor Honda Beat, bukti transfer, dua pistol mainan, ID polisi palsu, dan HP Oppo. (arf/tit)

Komentar / Jawab Dari