Muslimat NU Sidoarjo Hadirkan Trauma Healing Korban Keracunan MBG Lewat Pendekatan Gizi
- Posting Oleh dicky
- Sabtu, 05 September 2026 13:09
SIDOARJO beritametro.id – Meningkatnya berbagai persoalan sosial, mulai dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) hingga insiden kedaruratan kesehatan seperti keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG), memicu gerak cepat Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Sidoarjo. Organisasi perempuan ini mengambil peran strategis di akar rumput untuk memberikan pemulihan mental komprehensif bagi anak-anak dan ibu yang mengalami trauma fisik maupun psikologis. Faktor tekanan lingkungan serta kejadian tak terduga di satuan pendidikan menuntut adanya intervensi lintas sektor yang cepat dan tepat sasaran demi memulihkan rasa aman korban.
Menanggapi situasi darurat tersebut, Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo, Dra. Hj. Ainun Jariyah, menegaskan bahwa lembaganya tidak tinggal diam dalam menghadapi musibah yang menimpa anak-anak. Pihaknya langsung menginstruksikan tim relawan dan lembaga kesehatan di bawah naungan Muslimat NU untuk mendampingi para korban keracunan MBG yang sempat mengalami syok dan ketakutan psikologis. "Musibah keracunan makanan ini tentu meninggalkan kecemasan tersendiri bagi anak-anak dan orang tua, sehingga kami hadir langsung memberikan pendekatan pemulihan mental dan memastikan kebutuhan nutrisi pengganti yang higienis terpenuhi," ujar Ainun Jariyah.
Langkah taktis tersebut diperkuat oleh Sekretaris PC Muslimat NU Sidoarjo, Dra. Hj. Subchiyah Adimara, M.Pd., yang memaparkan bahwa program trauma healing kini diintegrasikan secara langsung dengan evaluasi kualitas gizi makanan. Pihaknya mengerahkan jaringan ranting hingga tingkat desa untuk memastikan anak-anak korban keracunan MBG mendapatkan pendampingan konseling serta asupan makanan sehat yang aman. Menurutnya, pemulihan fisik melalui pemberian gizi yang layak harus berjalan seiring dengan terapi mental agar anak-anak bisa kembali ceria dan tidak takut untuk mengonsumsi makanan bergizi sehat di sekolah.
Melalui sinergi erat antara layanan konseling, intervensi kesehatan, dan pemulihan berbasis kepedulian ibu, Muslimat NU Sidoarjo bertekad mengawal pemulihan para korban hingga tuntas. Gerakan kemanusiaan ini diharapkan mampu memulihkan kepercayaan diri anak-anak sekaligus memastikan standar higienitas program pangan di daerah berjalan lebih ketat ke depan.(BM/Red/Dea)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1628)
- Keadilan (704)
- Hukrim (2018)
- Plesir (30)
- Peristiwa (487)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2099)
- Internasional (562)
- Sports (2001)
- Ekonomi (1520)
- Jawa Timur (16605)
- Weekend (25)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (63)
- Lifestyle (302)
- Catatan Metro (207)
- Opini (177)
- Fokus (464)
- Highlight (2)
- Timur Raya (15)
- Surabaya (2799)
- Kriminal (122)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (3)
- Event & Promo (14)
- Giat Prajurit (19)
- Wisata (35)
- Global (10)
- Pendidikan (220)
- Hukum (29)
