Mode Gelap
Image
Senin, 07 September 2026
Logo

Trauma Keracunan MBG, Wali Murid di Sidoarjo Minta Presiden Prabowo Hentikan Program

Trauma Keracunan MBG, Wali Murid di Sidoarjo Minta Presiden Prabowo Hentikan Program
Trauma keracunan MBG, wali murid di Sidoarjo minta Presiden Prabowo hentikan program dan alihkan ke sekolah gratis.

SIDOARJO beritametro.id – Rentetan kasus dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo memicu gelombang kekhawatiran mendalam di kalangan orang tua murid. Banyak anak-anak kini enggan menyantap makanan yang dibagikan karena diliputi ketakutan setelah melihat pemberitaan di media sosial mengenai rekan mereka yang jatuh sakit. Situasi ini membuat para wali murid mendesak adanya penghentian sementara program tersebut demi keselamatan jiwa para siswa.

Salah satu suara kritis datang dari Sulasti, wali murid yang anaknya turut menjadi korban dugaan keracunan. Dalam rekaman video yang viral, ia menyampaikan permohonan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar mengevaluasi total program tersebut. “Tolong MBG dihentikan aja, Pak Prabowo. Dialihkan ke sekolah gratis,” ujarnya dengan nada haru. Ia menilai alokasi anggaran bernilai fantastis tersebut akan jauh lebih tepat sasaran jika dialihkan untuk menggratiskan biaya pendidikan dan layanan kesehatan bagi masyarakat kecil.

Senada dengan Sulasti, wali murid lainnya, Siti Aminah (42), mengaku anaknya kini mengalami trauma psikologis dan memilih membuang makanan MBG yang diterima di sekolah. "Anak-anak sekarang takut makan karena trauma lihat berita keracunan kemarin, lebih baik orang tua dibekali uang saku atau bahan mentah yang dimasak sendiri di rumah agar terjamin kebersihannya," keluhnya. Pengurus komite sekolah setempat, Ahmad Fauzi, turut mendesak pemerintah agar tidak memaksakan distribusi makanan sebelum standar operasional higienitas dan rantai pasok benar-benar steril dari potensi kontaminasi bakteri.

Kasus yang menimpa puluhan anak dari belasan lembaga pendidikan di Sidoarjo ini menjadi alarm keras bagi pemerintah pusat dan daerah. Desakan publik kian menguat agar Badan Gizi Nasional bersama Satgas MBG tidak hanya mengejar target kuantitas penyaluran, melainkan memprioritaskan aspek keamanan pangan serta mendengarkan aspirasi para orang tua yang cemas akan keselamatan anak-anak mereka.(BM/Red/Dea)

Komentar / Jawab Dari