Mode Gelap
Image
Senin, 07 September 2026
Logo

Imbas Erupsi Anak Krakatau, 16 Penerbangan di Bandara Juanda Sidoarjo Terdampak

Imbas Erupsi Anak Krakatau, 16 Penerbangan di Bandara Juanda Sidoarjo Terdampak
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir

SIDOARJO beritametro.id – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang memicu gangguan operasional di sejumlah bandara utama turut berdampak signifikan terhadap sektor penerbangan di Jawa Timur. Sebanyak 16 jadwal penerbangan di Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, dilaporkan mengalami gangguan pada Minggu (6/9/2026). Dari total penerbangan yang terdampak, rinciannya mencakup 12 penerbangan yang terpaksa dibatalkan (cancel) serta 4 penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal atau keterlambatan (delay/standby). Gangguan ini terjadi akibat dampak berantai pada konektivitas dan rotasi armada dari bandara-bandara penyangga di wilayah barat yang lebih dekat dengan lokasi erupsi, seperti Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara Radin Inten II Lampung.

General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi kepadatan di terminal serta mengoordinasikan penanganan penumpang bersama maskapai terkait. "Sehubungan dengan adanya aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau yang berdampak pada operasional sejumlah bandara di sekitar wilayah tersebut, telah terjadi penyesuaian operasional penerbangan pada beberapa bandara," ungkap Muhammad Tohir dalam keterangan resminya, Minggu (6/9/2026). Pembatalan tersebut melibatkan sejumlah maskapai besar seperti Lion Air, Batik Air, Citilink, dan Pelita Air untuk rute menuju Jakarta maupun sebaliknya.

Menanggapi krisis operasional penerbangan ini, pengamat transportasi udara nasional, Capt. H. Rian Hidayat, M.Sc., menilai langkah antisipatif yang diambil oleh otoritas Bandara Juanda sudah sangat tepat guna mengutamakan keselamatan penumpang di tengah kondisi cuaca ekstrem dan bencana alam. Menurutnya, keselamatan penerbangan harus menjadi harga mati di atas ketepatan jadwal. "Dampak rantai letusan vulkanik memang tidak bisa dihindari, sehingga koordinasi intensif antara pengelola bandara dan maskapai menjadi kunci utama agar penumpang mendapatkan kompensasi serta kepastian jadwal yang jelas," ujar Rian Hidayat.

Sementara itu, pihak pengelola bandara mengimbau kepada seluruh calon penumpang agar secara berkala memantau informasi resmi dari maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara. Manajemen Bandara Juanda berkomitmen untuk terus memantau situasi secara real-time guna memastikan seluruh pelayanan dasar penumpang tetap tertangani secara optimal di tengah situasi darurat aviasi nasional ini.(BM/Red/Dea)

Komentar / Jawab Dari