Mode Gelap
Image
Rabu, 03 Juni 2026
Logo

Ragam Ekspresi Budaya Lintas Iman Warnai Peringatan Haul Ke-16 Gus Dur

Ragam Ekspresi Budaya Lintas Iman Warnai Peringatan Haul Ke-16 Gus Dur
Peringatan Haul Ke-16 Gus Dur gelar Ragam Ekspresi Budaya Lintas Iman

SURABAYA (BM) - Akulturasi budaya dan agama tidak bisa dipisah-pisahkan karena merupakan jati diri bangsa, salah satunya gelaran Ekspresi Ragam Budaya Lintas Iman yang digelar selama Dua hari dipelataran Cagar Budaya Arca Joko Dolog, Jl. Taman Apsari, Rabu - Kamis (28-29/01).

Ekspresi Ragam Budaya Lintas Iman merupakan kolaborasi kegiatan yang diinisiasi Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog dan Gerakan Gusdurian (GERDU) Suroboyo dalam rangka memperingati Haul Ke-16 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

A. Khoirul Anam, SH, Ketua Panitia yang juga sebagai Ketua Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan atas pemikiran dan keteladanan Gus Dur sebagai Bapak Pluralisme. “Gus dur sepanjang hidupnya konsisten memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi antarumat beragama, serta penghormatan terhadap kebudayaan dan kearifan lokal,” ujarnya.

Gelaran selama Dua hari ini menurut Anam, diawali sejak Rabu Sore (28/01) dengan Khotmil Quran, Ruqyah massal serta pengobatan tradisional, Talkshow dan penampilan kesenian Jaranan. “Yang menariknya dalam rangkaian kegiatan ini semua akan menampilkan doa budaya lintas iman, seperti Islam akan menampilkan Hadrah, Budha menampilkan caranya bersemedi atau meditasi, Penghayat menampilkan Kidung, Protestan menampilkan Paduan Suara dan Katolik menampilkan Puisi,” papar Anam.

Sedangkan dalam kesempatan sama, Ike Nurjannah, Koordinator Gerdu (Gusdurian Suroboyo) mengatakan, kegiatan yang digelar ini sebagai pengingat bahwa budaya dan agama sebagai jati diri bangsa. "Melalui Ekspresi Ragam Budaya, kami ingin meneguhkan kembali pesan Gus Dur bahwa kebudayaan adalah jati diri bangsa sekaligus sarana pemersatu dalam keberagaman," ulas Ike.

Pemilihan Cagar Budaya Arca Joko Dolog sebagai lokasi sambungnya memiliki makna historis dan simbolis, mengingat tempat tersebut dikenal sebagai ruang toleransi lintas iman dan pernah dikunjungi langsung oleh Gus Dur pada tahun 1995. “Lokasi ini juga telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya melalui SK Wali Kota Surabaya Nomor 188.45/251/402.1.04/1996,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Ike menambahkan bahwa kegiatan juga untuk Mengenang dan meneladani pemikiran Gus Dur tentang pluralisme dan kemanusiaan. “Jadi gelaran haul Gus Dur yang dikemas dalam Ekspresi Ragam Budaya ini bertujuan untuk Mempererat silaturahmi antar umat beragama dan pegiat budaya Hak asasi manusia, Kedua, Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perlindungan hak asasi manusia dalam beragama dan berbudaya serta Ketiga, Memperkenalkan serta mendorong pelestarian Cagar Budaya Arca Joko Dolog kepada masyarakat luas,” urainya.

“Sehingga kami membuka ruang partisipasi dan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, komunitas, maupun masyarakat umum, demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini,” pungkasnya.

Antusias warga tampak berjubel menyaksikan rangkaian kegiatan Ekspresi Ragam Budaya yang digelar Rabu Sore hingga Kamis Malam meliputi tadarus Al-Qur'an dan tahlil, ruqyah massal dan pengobatan tradisional, talk show kebudayaan. Kemudian pada hari berikutnya akan dilanjutkan sarasehan sinau budaya, donor darah, serta berbagai pertunjukan seni dan budaya lintas iman, seperti jaranan, barongsai, tari remo, hingga penampilan seni dari berbagai komunitas keagamaan dan penghayat kepercayaan.

Komentar / Jawab Dari