Mode Gelap
Image
Kamis, 19 Februari 2026
Logo

Soroti Bundir Siswa SD di NTT, Anggota DPRD Jatim Minta Diknas Lakukan Langkah Pencegahan

Soroti Bundir Siswa SD di NTT, Anggota DPRD Jatim Minta Diknas Lakukan Langkah Pencegahan
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr H Suli Da’im SM SPd MM. Foto Dok Pribadi

SURABAYA (BM) - Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr H Suli Da’im SM SPd MM menegaskan agar Dinas Pendidikan Jawa Timur harus segera melakukan beberapa langkah pencegahan untuk mengantisipasi agar kejadian bunuh diri siswa SD di NTT tidak terjadi di Jawa Timur.

“Sekolah harus melakukan penguatan layanan BK dan Psikolog Sekolah: Memastikan setiap sekolah memiliki guru BK yang kompeten dan responsif, serta bekerja sama dengan psikolog klinis untuk penanganan siswa berisiko tinggi,” ujar Legislator yang juga menjabat sebagai Ketua IKA UMSURA ini, Rabu (04/02).

Suli menambahkan bahwa Pelatihan Identifikasi Dini (Warning Signs) Melatih guru untuk mengenali perubahan perilaku drastis, isolasi diri, atau pernyataan putus asa dari siswa sebagai tanda awal risiko bunuh diri.

“Kampanye Kesehatan Mental dan Anti-Stigma untuk mengedukasi lingkungan sekolah (guru, siswa, orang tua) untuk menghapus stigma negatif terhadap masalah kesehatan mental, sehingga siswa berani mencari bantuan,” ulas Mantan Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jatim ini.

Tak hanya itu, Kurikulum Keterampilan Hidup (Social-Emotional Learning) sambungnya mengintegrasikan pendidikan emosional untuk mengelola stres, ketahanan diri (resiliensi), dan penyelesaian masalah (coping mechanism) ke dalam kurikulum.

“Melakukan protokol tanggap darurat dan Jejaring Rujukan untuk menyusun SOP yang jelas jika terjadi krisis, serta menyediakan akses mudah ke layanan kesehatan jiwa/kontak darurat (hotline) bagi siswa yang membutuhkan,” imbuh Suli. “Dengan langkah-langkah ini, diharapkan lingkungan sekolah di Jawa Timur menjadi tempat yang aman dan suportif bagi kesehatan mental siswa,” pungkas Suli.

Komentar / Jawab Dari