Mode Gelap
Image
Sabtu, 22 Juni 2024
Logo

Tanpa Alasan, Suami Maia Estianty Tak Hadiri Sidang Korupsi Mantan Kepala Bea Cukai Yogyakarta

Tanpa Alasan, Suami Maia Estianty Tak Hadiri Sidang Korupsi Mantan Kepala Bea Cukai Yogyakarta
Sidang perkara suap dengan terdakwa Eko Darmanto, mantan Kepala Bea Cukai Yogyakarta di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (28/5/2024).

SURABAYA (BM) - Irwan Danny Mussry, pengusaha sekaligus selebriti Maia Estianty tanpa alasan tidak hadir saat akan diperiksa sebagai saksi pada sidang perkara suap senilai Rp 37 miliar dengan terdakwa Eko Darmanto, mantan Kepala Bea Cukai Yogyakarta di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (28/5/2024).

Jaksa penuntut KPK, S Tanjung mengatakan, surat pemanggilan terhadap Irwan Mussry yang diperiksa sebagai saksi telah dilayangkan pekan lalu. “Saya lupa harinya (surat panggilan dikirim). Tapi pastinya minggu lalu sudah kita berikan suratnya. Tadi hanya dua orang saksi terkait saja dari PT Times Group,” katanya usai sidang.

Tanjung mengaku, tidak mengetahui apa alasan Irwan Mussry tidak memenuhi panggilan sidang sebagai saksi. “Alasannya saya kurang tahu. Dipanggil hari ini. Gak datang. Tidak ada keterangan yang jelas,” jelasnya.

Atas ketidakhadiran Irwan Mussry, kata Tanjung, KPK akan melakukan pemanggilan lagi untuk kedua kalinya. “Kami akan panggil lagi. Tetapi nanti kita kaji kembali apakah keterangan dua saksi tadi cukup atau tidak,” terangnya.

Terpisah, Christin Merliana Pakpahan, personal asisten Irwan Mussry menjelaskan mengapa pimpinannya tidak menghadiri sidang sebagai saksi. “Sudah sekitar empat hari Pak Irwan di luar negeri. Kami berdua ini bukan didelegasikan oleh Pak Irwan untuk mengikuti sidang ini. Kami ya juga diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. Memang ada acara di luar negeri. Sehingga tidak bisa hadir,” ungkapnya.

Sementara itu dalam persidangan kali ini, lima saksi menjalani pemeriksaan. Enam saksi tersebut diantaranya, Teguh Tjokrowibowo dan David Ganinanto (Dirut dan Komisaris PT Buana Mitra Buana), Lutfie Thamrin dan M Choirul (pengusaha produksi dan pemasaran rokok), Rendhie Okjiasmoko (konsultan impor PT Times Groups), Christin Merliana Pakpahan (personal asisten Irwan Mussry).

Seperti diberitakan sebelumnya, Eko Darmanto selaku Kepala Bea Cukai Yogyakarta didakwa menerima suap sebesar Rp 23,5 miliar. Suap tersebut dari belasan orang berbeda yang bersangkutan dengan keperluan jabatannya. Dalam perkara ini, Eko sebagai terdakwa didakwa melanggar Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (arf/tit)

Komentar / Jawab Dari