Sindikat Joki UTBK Terbongkar, Senator Ning Lia Ingatkan Soal Integritas
- Posting Oleh Redaksi
- Senin, 11 Mei 2026 15:05
SURABAYA (BM) – Terbongkarnya sindikat joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 oleh Unit Pidek Satreskrim Polrestabes Surabaya mendapat perhatian dari Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Lia Istifhama.
Senator asal Jawa Timur yang akrab disapa Ning Lia itu menilai kasus tersebut menjadi pengingat penting tentang nilai kejujuran dan integritas, khususnya bagi generasi muda dalam dunia pendidikan.
“Momen terbongkarnya sindikat UTBK ini menjadi pengingat bagi kita semua, terutama generasi muda, bahwa kecurangan pasti akan terbongkar,” ujar Ning Lia saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, segala bentuk tujuan dan cita-cita seharusnya diraih melalui proses yang jujur, bukan dengan jalan pintas melalui praktik kecurangan.
“Maka dari itu, apapun tujuan kita, harus selalu dilakukan secara jujur dan menjaga integritas. Karena yang namanya kecurangan, kalaupun berhasil pada tahap tertentu, pasti akan menemui kesulitan di tahapan berikutnya,” katanya.
Ning Lia juga mengapresiasi langkah Polrestabes Surabaya yang berhasil membongkar praktik perjokian UTBK yang disebut telah berjalan selama sembilan tahun. Menurutnya, penindakan tegas diperlukan agar sistem seleksi pendidikan tetap berjalan adil dan bersih.
“Hal pertama tentu kita apresiasi tindakan tegas dari Polrestabes Surabaya. Terlebih hingga saat ini pihak kepolisian masih terus berkoordinasi dengan Kemdiktisaintek terkait tindak lanjut peserta yang diduga lolos secara curang,” tuturnya.
Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mencegah praktik serupa terulang kembali. Mulai dari pengawasan selama pelaksanaan UTBK hingga evaluasi di lingkungan perguruan tinggi.
“Kolaborasi semua pihak dibutuhkan. Bagaimana kepolisian dilibatkan dalam proses pengawasan UTBK dan bagaimana kampus juga memiliki kewenangan memberikan punishment apabila di kemudian hari menemukan mahasiswa yang masuk melalui jalur kecurangan,” tegasnya.
Sebelumnya, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengungkapkan sindikat joki UTBK tersebut mematok tarif hingga Rp 700 juta untuk meloloskan peserta ke perguruan tinggi favorit, khususnya Fakultas Kedokteran.
Kasus itu terbongkar saat seorang joki berinisial HRS mengikuti ujian di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 21 April 2026. Kecurigaan pengawas muncul karena foto pada ijazah tidak sesuai dengan wajah peserta. Kecurigaan semakin kuat setelah pelaku tidak mampu menjawab saat diajak berbicara menggunakan bahasa Madura oleh salah satu pengawas ujian. (arf/tit)
Komentar / Jawab Dari
Anda Mungkin Juga Suka
Populer
Newsletter
Berlangganan milis kami untuk mendapatkan pembaruan baru!
Kategori
- Politik (1625)
- Keadilan (700)
- Hukrim (1925)
- Plesir (26)
- Peristiwa (467)
- Feature (41)
- Advertorial (72)
- Nasional (2029)
- Internasional (560)
- Sports (1996)
- Ekonomi (1462)
- Jawa Timur (16399)
- Weekend (23)
- Indonesia Memilih (323)
- Selebrita (61)
- Lifestyle (288)
- Catatan Metro (206)
- Opini (174)
- Fokus (464)
- Highlight (1)
- Timur Raya (14)
- Surabaya (2743)
- Kriminal (120)
- Pasar dan Mall (759)
- tausiyah (37)
- Falcon-G21 Team Dark (0)
- Kolom Metro (2)
- Event & Promo (10)
- Giat Prajurit (15)
- Wisata (32)
- Global (10)
- Pendidikan (203)
- Hukum (23)
